
Tak terasa sudah tahun ke tujuh papa tak bersamaku, Teringat ku padanya akan kasih sayangnya kepadaku.
"Papa, I miss you...."
AKU SANGAT IRI dengan orang dan juga temanku yang masih dapat menunjukkan kasih sayangnya kepada ayahnya.
Aku tersenyum melihatnya, dalam hatiku menjerit, menangis.
Papa, aku kangen sama papa.... aku kangen disayang papa.... Aku butuh pendapat papa tentang lelaki pilihanku.Papa maaf ya, aku bandel selama aku bersama papa.. aku ga nurut sama papa...Masih teringat kata - kata terakhirmu, dan aku hanya menjawabnya datar..."Ci... mama mana? ngelesin ya... dede?"" iya, ga tau kemana..""kamu sendirian dirumah?"" iya""Jaga rumah ya, jgan kemana - mana... jagain mama sama dede""iya" langsung ku tutup telponnya tanpa menghiraukan kata lainnya langsung ke depan tv.Tak lama berselang waktu..."Halo de, ini benar rumahnya Bapak?""Iya, bener""Yang sabar ya... Bapa, udah ngga ada....""............" tak ada kata yang dapat ku ucapkan...aku berlari ke kamar adikku dan menangis kerasssss......sekerass kerassssnyaaaa.....Orang dikantor papa berkata, papa meninggalkan dunia ini dalam posisi masih menelpon, telponnya terakhir berbicara denganku......Bergetar jiwa dan raga ini setiap mengingatnya... Papa, betapa berat tanggung jawab yang kau berikan padaku.... tapi ku yakin kau kan terus bersamaku memberikan kekuatan padaku menghadapi semuanya papa..."I LOVE YOU and I MISS YOU PAPA"21 November 1954 - 29 December 2004